Showing posts with label aplikasi sosial media. Show all posts
Showing posts with label aplikasi sosial media. Show all posts

Thursday, October 20, 2016

Jaringan, Jaringan Sosial, dan Jaringan Sosial Online



Pengertian jaringan secara umum adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan melakukan suatu fungsi khusus untuk mencapai tujuan bersama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk tujuan bersama. Dalam ilmu komunikasi, jaringan didefinisikan sebagai pelaksanaan proses komunikasi dalam komunitas atau ebebrapa komunitas yang berbeda. Setiap komunitas terdiri atas elemen pembentuknya yang saling berhubungan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan utuh yang terikat melalui suatu jaringan.
Salah satu ciri khas teori jaringan adalah fokus perhatian pada struktur mikro hingga makro.  Artinya bahwa bagi teori jaringan, aktor dapat saja terjadi pada individu, kelompok maupun masyarakat (Barker, 1990).  Konteks ini menunjukkan bahwa hubungan dapat saja terjadi ditingkat struktur sosial skala luas maupun tingkat yang lebih miskroskopik.  Granoveter (1985) melukiskan hubungan di tingkat mikro itu seperti tindakan yang “melekat” dalam hubungan pribadi konkret dan dalam struktur (jaringan) itu.  Hubungan ini berlandaskan gagasan bahwa setiap aktor (individu atau kolektivitas) mempunyai akses berbeda terhadap sumber daya yang bernilai (kekayaan, kekuasaan, informasi dan sebagainya).  Akibatnya adalah bahwa sistem yang terstruktur cenderung terstratifikasi, sehingga komponen tertentu  akan tergantung pada komponen yang lain. (Dalam Study Literatur Jaringan sosial Dr. Harnita Agusnty, S.Pi, M.Si)
Jaringan sosial merupakan struktur sosial yang terdiri dari serangkaian aktor dan hubungan antara aktor. Perspektif ini menyediakan jaringan sosial yang jelas dengan cara menganalisis struktur sosial seluruh entitas aktor tersebut. (Wasserman, Stanley & Faust, Katherine, 1994).
Menurut Agusyanto (2010) jaringan sosial dapat digambarkan berdasarkan komponen-komponen, yang terdiri dari:
1.       Beberapa kumpulan objek atau kejadian, minimal berjumlah 3 (tiga) yang berperan sebagai terminal.
2.       Beberapa ikatan, antara satu titik ke titik yang lain yang saling berhubungan.
3.       Menggambarkan arus yang mengalir dari satu titik ke titik lainnya, melalui saluran atau jalur yang menghubungkan masing-masing titik di jaringan.
Berpijak kepada komponen-komponen tersebut, jaringan sosial merupakan suatu jaringan yang terdiri dari ikatan-ikatan yang menghubungkan satu titik ke titik lain dalam jaringan adalah hubungan sosial. Maka secara langsung atau tidak langsung yang menjadi anggota suatu jaringan sosial adalah manusia (person).
Jaringan sosial online adalah suatu hubungan   yang terjalin   antara satu atau bahkan banyak orang yang dilakukan memalui media online atau dunia maya. Jaringan sosial online didefinisikan menjadi sebuah sistem dimana  pengguna adalah entitas kelas pertama dengan semi-publik profil, pengguna dapat membuat link eksplisit untuk pengguna lain atau item konten, dan pengguna dapat menavigasi sosial jaringan dengan browsing link dan profil pengguna lain. Jaringan sosial memiliki beberapa peranan, yaitu:
•          Jaringan sosial online digunakan untuk mempertahankan dan memperkuat ikatan sosial yang ada, atau membuat hubungan sosial baru.
•          Jaringan sosial online digunakan oleh masing-masing anggota untuk meng-upload kontennya sendiri
•          Jaringan sosial online digunakan untuk mencari konten yang baru, konten yang menarik dengan menyaring, merekomendasikan, dan mengatur konten yang diupload oleh pengguna.
Tak lepas dari itu saja, jaringan sosial online juga memiliki beberapa komponen, seperti berikut.
•          Pengguna
Partisipasi penuh dalam jaringan sosial online mengharuskan pengguna untuk mendaftarkan (pseudo) identity dengan jaringan, meskipun beberapa situs memungkinkan data penjelajahan umum tanpa eksplisit sign-on.
•          Grup
Kebanyakan situs juga memungkinkan pengguna untuk membuat grup minat khusus
•          Content
Setelah identitas dibuat, pengguna situs konten-berbagi dapat meng-upload konten ke account mereka. Banyak situs tersebut memungkinkan pengguna untuk menandai konten sebagai public (terlihat orang) atau swasta (hanya terlihat langsung "teman-teman" mereka), dan untuk menandai konten dengan label.





Saturday, September 24, 2016

Pengaruh Sosial Media


Tidak bisa dipungkiri kini sosial media telah merambah ke hampir seluruh lapisan masyarakat. Pengaruh sosial media dalam komunikasi dan penyebaran informasi pun semakin kuat. Hal ini terbukti dari semakin bertumbuhnya penggunaan aplikasi sosial media yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti Facebook, Twitter, Line, dan masih banyak lagi. Pengaruh ini ada yang bersifat positif, dan ada pula yang bersifat sebaliknya.
Salah satu pengaruh positif terpenting dari sosial media adalah komunikasi yang semakin mudah dan dapat dilakukan di mana saja. Sosial media membantu penggunanya berkomunikasi dengan keluarga dan teman, mengetahui kegiatan yang sedang terjadi di lingkungan sosial pengguna, dan mengetahui aktivitas pengguna lainnya. Komunikasi yang mudah ini menunjang pengembangan relasi yang sudah ada maupun usaha untuk mendapatkan teman baru.
 Tak hanya komunikasi antar sesama pengguna, berkembangnya potensi bisnis juga menjadi pengaruh positif dari sosial media. Hal ini ditunjukkan dari pesatnya perkembangan e-commerce yang diimplementasikan oleh sosial media. Lewat komunikasi dalam sosial media, pengusaha dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Sosial media juga memegang andil dalam mempromosikan barang atau jasa yang hendak ditawarkan kepada konsumen.
Sosial media berperan penting dalam penyebaran informasi berita. Pengguna dapat mengetahui berita apa yang sedang hangat lewat fitur trending topic atau melihat dari akun sosial media berita-berita terkemuka. Kehadiran sosial media membuat setiap orang berpotensi untuk menyampaikan berbagai kejadian di belahan bumi tanpa harus membawa berita ke redaktur seakan-akan sosial media melengkapi media berita yang sudah ada. Pengguna sosial media juga dapat berdiskusi mengenai topik-topik penting serta memperluas wawasan mereka terhadap topik tersebut. Misalnya, kalangan muda kini lebih peduli terhadap isu-isu politik dibandingkan sebelumnya. 
Bagi komunitas non profit, sosial media dipandang sebagai alat untuk menggerakkan massa. Situs-situs seperti Facebook dan Twitter mampu mengembangkan kesadaran pada masyarakat untuk berkontribusi dalam aksi-aksi sosial, terlihat dari berhasilnya gerakan-gerakan seperti satu juta facebookers dan gerakan mengumpulkan koin. Di sisi lain, sosial media memberikan kesempatan bagi orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terdengar opininya untuk mengutarakan pikiran dan aspirasi mereka. Maraknya petisi-petisi online seperti Change.org yang disebarkan melalui sosial media ikut membantu memperluas kesadaran masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap masalah yang sedang hangat dibicarakan. 
Namun, penggunaan sosial media pun tak luput dari pengaruh-pengaruh negatif. Salah satu efek negatif sosial media yang umum dijumpai ialah masalah privasi dan menurunnya produktivitas. Beberapa pengguna sosial media mendapat ancaman secara online dari pihak yang tidak menyenangi mereka sehingga mereka khawatir apabila ancaman tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Menurunnya produktivitas seseorang karena terlalu sering mengakses sosial media sambil melakukan sebuah pekerjaan juga merupakan dampak negatif yang diberikan sosial media. Sosial media dapat mempengaruhi munculnya depresi dan turunnya self esteem karena terkadang pengguna membandingkan hidup mereka dengan hidup teman-temannya melalui postingan teman-temannya dan pada akhirnya pengguna merasa tidak puas dengan hidupnya. 
Berlebihnya informasi yang didapat dari sosial media atau sering disebut information overload ikut memberikan dampak negatif pada penggunaan sosial media untuk mendapatkan informasi aktual. Timbulnya sumber informasi yang kurang akurat yang kemudian disebarluaskan di sosial media menambah informasi yang sesungguhnya kurang perlu. Akibatnya, seseorang menjadi sulit memahami suatu isu atau mengambil keputusan dikarenakan ketersediaan informasi yang berlebih.
Maraknya penipuan secara online juga memberikan efek negatif dari penggunaan sosial media. Umumnya pelaku penipuan mencuri identitas pribadi korban sehingga pelaku dapat mengambil keuntungan dari korban tersebut dan korban merasa dirugikan. Dalam sosial media penipuan dapat terjadi dalam jejaring sosial maupun sistem pesan instan. Terkadang iklan dalam situs sosial media memiliki peluang yang besar untuk menipu pengguna.
Melihat dari pengaruh-pengaruh tersebut, kita perlu menggunakan media sosial dengan bijak sehingga tidak terpengaruh dengan efek-efek negatif yang diberikan oleh sosial media. Kita perlu memilah aplikasi sosial media yang sesuai dengan kebutuhan, memilah isi konten yang dibaca dalam sosial media, dan tak lupa untuk menjaga etika serta tidak menyinggung perasaan orang lain ketika berkomunikasi dalam sosial media.